Ulasan Film Soekarno



Nama               : Nanda Eka Adi Putra
Npm                :15410120
Kelas               :1 C

SOEKARNO

Kisah ini dimulai dengan kelahiran Soekarno dari pasangan Raden Soekemi Sosrodiharjo (diperankan Sujiwo Tejo) dan Ida Ayu Nyoman Rai (diperankan Ayu Laksmi). Soekarno kecil memiliki nama Kusno Sosrodiharjo, namun karena selalu sakit-sakitan maka sang ayah yang berlatar belakang Muslim dan Kejawen memutuskan untuk mengganti namanya melalui tradisi selamatan dengan nama baru,yaitu Soekarno.





Film beralih mengisahkan kehidupan Soekarno pada masa remaja (14 tahun) , tinggal bersama Oemar Said Cokroaminoto, pimpinan organisasi Syarikat Islam di Surabaya. Sukarno kerap mendengar pidato-pidato Cokroaminoto yang menggelegar mengritisi sistem kolonialisme. Petikan pidato Cokroaminoto yang inspiratif, “Marilah kita menjadi tuan-tuan atas dirinya sendiri!”. Soekarno remaja terlibat percintaan dengan seorang remaja Belanda, namun oleh karena perbedaan status sebagai bangsa penjajah dan bangsa yang dijajah, maka remaja Soekarno mendapatkan perlawanan keras dari keluarga sang gadis.




Remaja Soekarno telah tumbuh menjadi seorang pemuda yang aktif dalam kegiatan dan pidato-pidato politik menentang dan mengritisi sistem kolonialisme yang membelenggu Indonesia. Soekarno muda mendirikan Partai Nasional Indonesia. Soekarno telah memiliki istri yang setia mendampingi perjuangan politik dalam suka dan duka bernama Inggit Garnasih (diperankan Maudy Koesnaedy). Dia adalah ibu kost Soekarno yang sudah menjanda, saat Sukarno masih kuliah awal di Bandung dan kemudian menjadi istri Soekarno. Peranan Inggit cukup menonjol dalam film ini sebagai seorang perempuan yang setia mendampingi Sukarno saat dirinya menghadapi masa-masa sulit baik ketika di penjarakan di L.P. Sukamiskin Banceuy selama 4 tahun maupun saat di buang ke Pulau Ende.


            Diceritakan pula pidato politik Sukarno menimbulkan kemarahan Belanda sehingga harus dijebloskan penjara Banceuy (1929). Dalam penjara, Soekarno tidak berdiam diri dan terus membaca serta menganalisis yang dituangkan dalam tulisan-tulisan. Saat sidang Landraad di Bandung (1930), Soekarno membacakan pledoinya dengan cemerlang dan berapi-api yang kelak dibukukan dengan judul Indonesia Menggugat. Dalam pidatonya, Soekarno menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah dikarenakan mengritisi sistem kolonialisme dan membeberkan secara argumentatif. Pidatonya menggegerkan dunia internasional khususnya pemerintahan Belanda dan pada 31 Desember 1931, Soekarno dibebaskan sebelum masa tahanannya selesai. Akibat aktifitas politiknya paska pembebasan dari penjara dengan mendirikan Partai Indonesia (Partindo) dan memimpin majalah partai yang radikal dengan nama Fikiran Ra’jat, ahirnya pemerintahan Belanda membuang Soekarno ke Ende, Flores (1933). Namun karena sakit malaria, kemudian Sukarno dipindahkan ke Bengkulu (1938).



Di kota itu Soekarno istirahat sejenak dari politik. Hatinya tertambat pada gadis muda bernama Fatmawati. Padahal saat itu Soekarno masih menjadi suami Inggit Garnasih; Perempuan lebih tua dari Soekarno, yang selalu menjadi perisai baginya tatkala di penjara dan dibuang. Inggit harus rela melihat sang suami tercinta jatuh cinta dengan gadis lain. Ditengah kemelut rumah tangganya, Jepang datang memulai peperangan Asia Timur Raya. Berahi politiknya kembali menguat. Belanda takluk oleh Jepang. Sesuatu yg dulu dianggap Raksasa bagi Soekarno, kini lenyap. Kemerdekaan Indonesia seolah diambang mata.

Tanggal 8 September 1944, bendera Merah Putih diijinkan berkibar namun  hanya di wilayah Jawa saja. Saat itu pemerintahan Jepang telah  memberikan hadiah kemerdekaan kepada Bangsa Indonesia namun pemerintahan Jepang di Indonesia tidak segera melakukan penyerahan melainkan mempersiapkan teknis secara bertahap melalui panitia persiapan kemerdekaan Indonesia.




Situasi Jepang paska pemboman Hiroshima dan Nagasaki diketahui oleh Syahrir melalui siaran radio yang dipasang secara rahasia di rumahnya. Kondisi ini membuat Syahrir mendesak agar Sukarno dan Hatta mengambil alih situasi dan menolak pemberian hadiah kemerdekaan oleh Jepang dan segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Sukarno dan Hatta berbeda pendapat dengan Syahrir. Mereka ingin kemerdekaan diproklamirkan melalui prosedur yang telah dipersiapkan, sekalipun oleh pemerintahan Jepang. Hal ini menimbulkan kemarahan Syahrir dan para pemuda yang sudah tidak sabar menginginkan kemerdekaan Indonesia diproklamirkan secepatnya. Para pemuda sempat menculik Sukarno dan Hatta, sekalipun bukan atas petunjuk Syahrir.




Proklamasi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal2 yang mengenai pemindahan kekuasaan dll di selenggarakan sesame dan dalam tempoh yang sesingkat2nya.
Djakarta, 17 Agustus 1945
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno Hatta

Itulah teks proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno dan diiringi kibaran bendera merah putih yang dijahit oleh Fatmawati. Seluruh rakyat Indonesia bersorak suka cita atas Kemerdekaan bangsa Indonesia.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nanda WKS

Pengagum mu

Mengancam Kenangan