Postingan

Semarak Kartini 2017 UPGRIS

Gambar
                  Semarak Kartini 2017 UPGRIS                   Semarak kartini 2017 yang bertema PEREMPUAN BERKARYA ini sangatlah merihah. "HABIS GELAP TERBITLAH TERANG" itulah semboyan yang selalu dikumandangkan oleh mahasiswa universitas PGRI SEMARANG yang datang memeriahkan semarak Kartini 2017. Acara ini bertempat di gedung balairung universitas PGRI Semarang. Para mahasiswa berbondong-bondong datang dengan pakaian khas jawa, kebawa bagi perempuan dan lurik untuk laki-laki.                        Acara ini sekaligus sebagai ajang pemilihan putri kartini yang diikuti oleh mahasiswi universitas PGRI Semarang. Kartini-kartini muda ini menunjukkan bakat-bakatnya yang membuat penonton terpukau. Bagaimana tidak, selain memiliki bakat yang hebat, mereka juga memiliki ...

Fosil Hidup

Kemarin kita masih bersama menciptakan suatu karya Namun kenapa setelah badai malam itu melanda Jiwamu tak lagi sama Bahkan seperti mati Ayolah kawan Kita naungi samudra yang luas demi sejengkal syair yang bermakna Bangkitlah, rumahmu masih dengan tegak menunggu Bunga - bunga masih belum layu Masih ada waktu untuk bangkit dan meninggalkan tubuhmu yang berbentuk fosil hidup itu Sekarang tinggal memilih Berkarya atau mati?

Takdir Pelangi

Senja bangunkan aku dalam mimpi Seakan cahaya tertelan atas keheningan Bunga - bunga mulai layu Tak jua dengan aku Rindu hanya tentang perjalanan panjang Pelangi hanyalah sebuah ilusi Tapi kini senja tak lagi semu Karena aku dapat melihat matamu setiap waktu

Riwayat Rindu

Kemarin aku datang kerumahmu Dengan perasaan gelisah antara rindu dan bahagia Ingin sekali aku merasuki matamu Memanggil hatimu Lalu mengajak kakimu menapaki rindu Agar tak ada lagi kata galau yang terucap semu

Pengagum mu

Akulah pengagum dibalik tabir rahasia setiap senyum karisma mu Merekat erat di benak malamku Menghantarkan hasratku ke tepi bahagia Aku masih didalam malamku Merajut sejuta impian indah bersama jiwamu

Nanda WKS

“Wayang Kampung Sebelah”                                   Mawas Diri Menakar Berani           Oleh Nanda Eka Adi Putra Cerita wayang ini berawal dari seseorang yang mempromosikan dirinya kepada rakyat agar terpilih menjadi kepala desa di desa Bangunjiwa. Kemudian permasalahan pun terjadi. Ketua panitia marah   hanya karena bablak yang hilang dari tempat perhitungan pemilihan calon kepala desa. Ketua panitia menanyakan kepada petugas untuk   pemilihan calon kepala desa. Namun petugas tidak mengetahui keberadaan bablak itu. Tak lama kemudian datang lagi petugas. Saat ketua panitia bertanya dengan emosi , petugas itu menjawab dengan marah-marah. Ia mengatakan bahwa bablak papan tulis itu berada di dalam rumahnya. Setelah itu , suara rakyat telah ...

Ulasan Film Soekarno

Nama                : Nanda Eka Adi Putra Npm                 :15410120 Kelas                :1 C SOEKARNO Kisah ini dimulai dengan kelahiran Soekarno dari pasangan Raden Soekemi Sosrodiharjo (diperankan Sujiwo Tejo) dan Ida Ayu Nyoman Rai (diperankan Ayu Laksmi). Soekarno kecil memiliki nama Kusno Sosrodiharjo, namun karena selalu sakit-sakitan maka sang ayah yang berlatar belakang Muslim dan Kejawen memutuskan untuk mengganti namanya melalui tradisi selamatan dengan nama baru,yaitu Soekarno. Film beralih mengisahkan kehidupan Soekarno pada masa remaja (14 tahun) , tinggal bersama Oemar Said Cokroaminoto, pimpinan organisasi Syarikat Islam di Surabaya. Sukarno kerap mendengar pidato-pidato Cokroaminoto yang menggelegar mengritisi sistem kolonial...